Menjadi seorang penghafal al Qur’an
bukanlah suatu kebanggaan
Tapi ia merupakan amanah yang harus
dipertanggungjawabkan
Menjadi seorang penghafal al Qur’an,
bukan agar kita mendapat pengakuan
Bukan pula agar kita mendapatkan puji-pujian
Bukan juga agar kita dikagumi
Namun, semua hanya agar Allah
meridloi kita,
Menempatkan kita pada maqom yang
mulia di sisi-Nya
Agar kita juga menjadi umat
kebanggaan Rasulullah
Agar kita mendapat syafaat dari al
Qur’an di yaumil hisab
Dan menjadi penolong bagi orang tua
dan sanak keluarga di hari penuh kesulitan
Jikalau ada seorang menghafal al
Qur’an demi dianggap alim, dikagumi makhluq dan mengais materi, maka sia-sialah
segala daya dan upaya yang ia kerahkan
Layaknya sebutir pasir di sebuah batu
yang amat licin, diterpa angin sepoi langsung hilang tak berbekas
Amalannya hangus percuma
Meski di dunia dimuliakan manusia
namun di yaumil hisab Allah akan menghinakannya bahkan di hadapan seluruh
manusia yang pernah hidup di bumi dengan berfirman, “Bohong kamu! ”
Sebelum semuanya terlambat dan
menjadi sia-sia
Marilah kawan kita luruskan niat
menjadi penghafal al Qur’an
Semata-mata karena Allah saja
Amanah penghafal al Qur’an bukan
hanya dalam menjaga hafalannya,namun ia juga harus memahami kandungan al Qur’an
lalu membagi ilmunya serta membumikannya
Tak afdhol jika menghafal al Qur’an
hanya untuk koleksi memori
Karena seperti yang disabdakan
Rasulullah dalam hadits shohihnya,
“Khoirukum man ta’allamal Qur’ana wa
‘allamahu
Sebaik-baik kalian adalah yang
mempelajari al Qur’an dan mengajarkannya”
Aisyah Salsabila
17 April 2016

Tidak ada komentar:
Posting Komentar